Cara Berbisnis Kosmetik Herbal Dan Pemasarannya

Cara Berbisnis Kosmetik Herbal Dan Pemasarannya

Cara Berbisnis Kosmetik Herbal Dan Pemasarannya - Bisnis kosmetika herbal atau non kimia muncul dengan memanfaatkan tanaman herbal nusantara yang sangat beragam dan telah dipercaya sejak dahulu kala oleh nenek moyang untuk mempertahankan kecantikan para wanita. Berbagai herbal nusantara baik rempah maupun buah kini dapat diolah menjadi kosmetika herbal atau non kimia yang banyak dicari oleh wanita yang ingin tampil cantik namun juga sehat dan tanpa efek sampingan seperti kosmetika yang mengandung merkuri yang dapat menyebabkan kanker dan gangguan kesehatan lainnya. Bahan herbal yang kerap digunakan antara lain, minyak zaitun, minyak bulus, serai, susu, madu, esktrak bengkuang, pepaya muda dan lain sebagainya.

Memang, untuk memulai bisnis kosmetika herbal ini modal yang Anda keluarkan cukup besar karena biaya produksi tidak hanya mencakup biaya penyediaan bahan, pengolahan, pengemasan serta sertifikat kesehatan yang menjamin produk ini aman digunakan, namun Anda juga harus membayar jasa ahli kimia, dan menjalin kemitraaan dengan makloon yang dapat mengeluarkan ijin usaha dan nomer ijin edar.

Baca Juga: 10 Ide Usaha Sampingan Paling Menjanjikan di Tahun 2018

Usaha bisnis komestika ini banyak diminati karena menghasilkan pendapatan yang relatif besar, pangsa pasarnya luas karena populasi wanita di Indonesia banyak, juga jumlah salon kecantikan dan spa makin menjamur. Bila kosmetika herbal yang Anda hasilkan dapat mensupply salon dan spa, tentunya keuntungan dapat Anda raup dengan lebih banyak dan mudah.

Berikut ini adalah tips yang harus Anda perhatikan saat ingin memulai bisnis kosmetika herbal sendiri :

  • Carilah Socon atau makloon yang telah memiliki sertifikat CPKB ( Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik ). Biaya makloon produk dengan merk sesuai dengan yang Anda pesan biasanya berkisar antara Rp 500 ribu hingga 1 juta. Biaya development produk per varian dan warna Rp 100 ribu. Sedangkan untuk kemasan dapat Anda sediakan sendiri sesuai selera. Dengan menggunakan jasa makloon, Anda tidak perlu lagi merekrut ahli kimia karena telah disediakan oleh penyedia jasa makloon.
  • Apabila bahan alami yang Anda gunakan, Anda dapat menggunakan alat sederhana seperti mixer, blender dan mesin filling untuk memasukkan bahan ke dalam kemasan seperti botol, pot ( cepuk ) atau pouch ( kemasan isi ulang ). Yang perlu Anda perhatikan adalah takaran bahan agar tidak berlebihan dengan dapat menyebabkan efek samping bahkan bahan alami pun bila tidak tepat atau berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit terutama pada kulit yang sensitif. Kosmetika alami dan herbal pun sebenarnya tidak murni hanya bahan yang natural namun masih harus ditambah dengan bibit minyak wangi agar harum, seperti yang terdapat pada produk lulur, scrub dan shampoo.

  • Pemasaran
Anda dapat memasarkan produk kosmetika herbal Anda di salon-salon atau spa yang kini banyak bermunculan. Buatlah kemasan mini sebagai tester yang dapat Anda bagikan kepada pemilik salon untuk dicoba.

Atau adakan acara beauty class atau demo kecantikan dengan mengundang dokter ahli kecantikan yang sebelumnya pernah meneliti produk Anda agar percaya dengan keunggulan dan keamanan produk kosmetika yang Anda hasilkan. Selain itu jalinlah kemitraan dengan mengundang banyak orang untuk menjadi reseller produk Anda dengan demikian produk Anda makin di kenal. Gunakan berbagai media yang ada sebagai sarana promosi seperti menyebar pamflet, membuat website yang berisi tips kecantikan, fanpage Facebook atau Instagram. Berikan kelebihan pada produk Anda yang selain aman digunakan juga mudah didapat dengan penjualan secara online dan bila perlu berikan free ongkir kepada pelanggan setia Anda.

Dengan memanfaatkan kosmetika herbal, Anda tidak hanya menghasilkan uang, melestarikan peninggalan resep tradisional kecantikan masa lampau, namun juga berperan dalam mengkampanyekan tampil cantik dan sehat dengan kosmetika alami.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Berbisnis Kosmetik Herbal Dan Pemasarannya"

Posting Komentar