5 Ide Usaha Gila Bagi Mahasiswa Yang Baru Lulus

Setiap tahunnya dinamika dunia bisnis semakin meningkat tajam. Hal tersebut ditandai dengan munculnya berbagai perusahaan baru yang menancapkan kekuatan kapitalnya di Indonesia. Namun sayangnya hal tersebut tidak menjadi solusi bagi banyak lulusan sarjana di Indonesia. BPS (Badan Pusat Statistik) memperlihatkan bahwa setiap tahun, pengangguran terdidik terus meningkat hingga 10 %. Daripada terus menghadapi dilema yang tak berkesudahan tersebut, alangkah lebih baik bagi mahasiswa yang baru lulus untuk menjadi seorang startup entrepreneur. Berbagai ide usaha yang menghasilkan, dapat menjadi pilihan bagi fresh graduate. Berikut ini 5 ide usaha gila bagi mahasiwa yang baru lulus.

ide usaha untuk mahasiswa yang baru lulus

Bisnis Fashion
Di era digital, ide usaha paling realistis untuk mahasiswa yang baru lulus adalah bisnis fashion. Mengapa bisnis fashion? Untuk startup bisnis fashion sebenarnya tidak membutuhkan banyak skill fashion, cukup dengan pemahaman sosial media yang kuat dan juga kemampuan networking yang tinggi. Selain itu mahasiswa yang baru lulus juga tidak perlu membuat butik hanya untuk memulai bisnis fashion, cukup gunakan sosial media sebagai lapak dagangan. Bagaimana dengan produk? Mahasiswa yang belum lulus otomatis tidak memiliki banyak modal untuk membeli atau menciptakan kreasi fashion, solusinya adalah dengan menjual produk orang lain.

Content Creation
Selain bisnis fashion, ide usaha paling potensial lainnya untuk mahasiswa yang baru lulus adalah content creation. Apa itu content creation? Content creation mengharuskan Anda membuat konten-konten menarik baik berbentuk tulisan, video, ataupun gambar. Di era digital ini, kebutuhan akan konten-konten fresh dan original sangat dibutuhkan. Mahasiswa yang baru lulus bisa memulai menjadi seorang freelance dengan mengerjakan berbagai job yang berhubungan dengan dunia digital. Selain itu, internet juga menyediakan berbagai kesempatan mendapatkan uang lewat kegiatan blogging yang mengharuskan Anda mengupdate artikel setiap harinya. Untuk memulai ide usaha content creation ini relatif sangat mudah. Anda bisa memanfaatkan berbagai ilmu yang didapatkan pada saat perkuliahan dan mengkonversikannya lewat konten-konten bermutu.

Konsultan Sosial Media
Hari ini semakin banyak perusahaan yang membutuhkan jasa konsultan sosial media dalam memarketkan produknya. Inilah celah yang bisa diambil mahasiswa yang baru lulus untuk menawarkan portfolio konsultan sosial media. Berbagai perusahaan baik startup ataupun yang sudah berbentuk mega korporasi, tidak memiliki banyak waktu untuk mengurusi akun sosial media mereka. Anda bisa membentuk tim konsultan sosial media dan juga berbagai porfolio baik lewat akun sosmed ataupun website. Namun sebagai konsultan sosmed, Anda diharuskan memiliki kemampuan sosial media marketing yang baik.

Web Designer
Setiap detiknya ada 40.000 domain yang didaftarkan di internet. Hal tersebut menunjukan banyak orang yang mulai melirik internet sebagai celah bisnis mereka. Bagi Anda lulusan Teknik Informatika, tentu memiliki basic pemrograman yang baik. Anda bisa membuat startup penyediaan website, blog ataupun aplikasi. Dengan menjadi web designer, bayarannya pun lumayan mahal. Ide usaha web designer ini sangat recommended bagi mahasiswa yang baru lulus.



Kursus Privat
Mahasiswa yang baru lulus biasanya menganggur untuk beberapa saat. Untuk mengisi waktu luang, mahasiswa yang baru lulus bisa memulai bisnis kursus privat. Ide usaha ini sangat potensial apalagi jika dipromosikan lewat sosial media.

Itulah beberapa ide usaha gila bagi mahasiwa yang baru lulus. Berbagai peluang bisnis bisa diambil oleh seorang fresh graduate untuk mendapatkan pundi-pundi uang.

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Usaha Startup Dengan Kartu Kredit

Di era konsumtif seperti sekarang, penggunaan kartu kredit bukanlah hal yang aneh. Kartu kredit sering dipakai banyak orang untuk mempermudah proses transaksi meskipun pada hakikatnya mereka memilih untuk berhutang. Orang yang menggunakan kartu kredit akan dipinjami nominal uang, yang jika habis maka pengguna harus membayar nominal uang tersebut pada Bank. Lalu bagaimana jika kartu kredit dimanfaatkan untuk memulai bisnis usaha startup? Apakah penggunaan kartu kredit tersebut dapat membantu jalannya startup? Jangan khawatir karena Anda bisa menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dibawah ini. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan bisnis usaha startup dengan kartu kredit.

Kelebihan Bisnis Usaha Startup Dengan Kartu Kredit

Siapapun yang menggunakan kartu kredit pasti akan dimudahkan dalam hal transaksi pembayaran. Begitupula tentang kelebihan bisnis usaha startup dengan kartu kredit, yang intinya adalah kemudahan. Namun secara garis besar kelebihan penggunaan kartu kredit untuk startup adalah dibawah ini:

Mempertahankan Ekuitas/Modal Lebih Stabil

Salah satu kelebihan penggunaan kartu kredit untuk startup adalah mampu mempertahankan ekuitas atau modal perusahaan lebih stabil. Dengan penggunaan kartu kredit, otomatis biaya masuk dan keluar sesuai dengan penggunaan kartu kredit. Setelah kartu kredit sudah mencapai cetak transaksi maka Anda bisa langsung menganalisa berbagai pemasukan dan pengeluaran.

Tanpa Bunga

Jika Anda menggunakan kartu kredit secara normal, yang artinya selalu melunasinya sebelum waktu tempo, maka Anda bisa menggunakan kartu kredit ini tanpa bunga. Jadi saat Anda memulai bisnis usaha startup, penggunaan kartu kredit ini sangat bermanfaat dalam menyediakan dana segar tanpa bunga.

Memudahkan Segala Aktivitas Startup Anda

Dengan kartu kredit, Anda dapat dengan mudah membayar berbagai kebutuhan perusahaan seperti membayar listrik, pulsa, air, cicilan dan lain-lain. Hal ini tentunya sangat efisien terutama karena bisnis usaha startup biasanya masih memiliki karyawan yang sedikit. Selain itu, lewat berbagai pengeluaran tersebut, Anda bisa melihat berbagai riwayat transaski dan memasukannya dalam draft bisnis usaha startup. Selain itu Anda juga lebih mudah dalam melakukan transaksi secara online.

Diskon dan Promo

Selain berbagai keuntungan penggunaan kartu kredit diatas, pengguna kartu kredit juga memiliki kesempatan mendapatkan berbagai diskon dan promo. Berbagai diskon dan promo tersebut bisa memudahkan bisnis usaha startup untuk meminimalisasi pengeluaran.

Kekurangan Bisnis Usaha Startup Dengan Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit untuk bisnis usaha startup sebenarnya sangat beresiko, berikut beberapa kekurangan kartu kredit untuk bisnis usaha startup:

Personal Vs Bisnis

Saat Anda menggunakan kartu kredit untuk kegiatan startup, maka batas antara pembiayaan pribadi dan bisnis itu menjadi hilang. Batas-batas pembiayaan akan menjadi tidak jelas, karena Anda menggunakan kartu kredit yang sama.

Perkara Hukum

Jika bisnis usaha startup yang Anda jalani ternyata bangkrut, maka Anda kemungkinan besar akan berhadapan dengan perkara hukum. Hal inilah yang tidak bisa dihindari jika Anda menggunakan kartu kredit untuk kegiatan startup.

Rentan Praktek Penipuan

Selain itu, penggunaan kartu kredit untuk pembayaran sangat rentan akan penipuan. Banyak oknum yang memanfaatkan kelemahan sistem dari kartu kredit untuk membobol nominal uang yang ada didalam kartu kredt.

Bisnis Toples Kemasan Dan Box Kue Makin Menggiurkan

Bisnis usaha Kemasan yang paling banyak diminati jelang lebaran adalah kemasan untuk menyimpan makanan, mulai dan lauk pauk, hingga kue kering, seperti box dan toples. Tak heran jika peluang bisnis usaha kemasan khususnya menjelang lebaran sangat cerah. Seperti apa persaingan dan apa saja kiat memasarkannya?

Bisnis usaha kemasan Toples Hias dan Box Kue Kemasan dibutuhkan untuk menyimpan produk, namun kini kemasan juga mampu meningkatkan nilai jual produk dan menambah daya tarik produk yang dikemas.Termasuk kemasan yang digunakan untuk kebutuhan Lebaran. Dan berbagai jenis kemasan, kemasan yang paling banyak diminati untuk Lebaran saat ini berupa box dan toples. Model box dan toples juga semakin variatif, tak sekadar box dan toples polos seperti halnya keluaran pabrik, namun bisa dibuat tampil menarik dengan kombinasi berbagai bahan. Misalnya untuk box bisa dilapisi kertas, beludru, kulit sintentis atau, vinyl, hingga bahan berupa wallpaper pun bisa digunakan dengan tampilan motifnya yang menambah cantik kemasan box. Beberapa aksesoris tambahan seperti pita, bunga plastik, hingga payet bisa ditambahkan. Begitu juga toples yang kini dipercantik dengan berbagai cara mulai dilukis, dilapisi bahan flanel, kain tile, hingga manik-manik.

Tren kemasan yang saat ini diminati terutama kemasan yang menghadirkan model karakter, dan menjelang Lebaran karakter yang paling banyak diminati adalah karakter bertema Lebaran, seperti kubah mesjid, ketupat, hingga kue-kue Lebaran. Hal ini terlihat jelas pada kemasan berbahan hardbox(karton kuning standar dengan ketebalan 2 mm), maupun toples hias yang bagian topping (permukaan atas toples dihias dengan aneka karakter yang menarik).

Bahan yang diminati pada kemasan box berupa hard box serta kayu MDF (medium density fibreboard), dengan nuansa warna cokelat, sedangkan pada kemasan toples lebih banyak menggunakan toples plastik, mika dan toples kaca. Yang perlu diperhatikan adalah bahan kemasan untuk wadah makanan sebaiknya aman digunakan untuk makanan dan hindari menggunakan bahan kertas daur ulang.

Jelang Lebaran produsen kemasan Kiass Artindo dapat memenuhi order box tak kurang dan 6.000 pcs per bulan, naik 6 kali lipat dari bulan biasa. Irene Sudjono, Pemilik The Box juga mengakui saat mi memang sudah ada konsumen yang order box kemasan untuk Lebaran yang biasanya digunakan untuk mengemas kue kering yang akan dikirim ke kerabat atau rekan. Saat ini model kemasan yang tren diminati di The Box adalah model karakter seperti box model rantang susun dua yang digunakan untuk wadah lauk pauk Lebaran atau jajanan lebaran, maupun kue Lebaran seperti Kue Lapis Legit. Box mi berbahan hard carton dan dihiasi bunga plastik, dengan warna disesuaikan tema Lebaran seperti hijau, kuning dan lainnya. Sisi sampingnya diberi gagang kayu menyerupai gagang rantang yang dihias lilitan tali tambang.

Segmen Pasar. Selain kalangan perorangan, kemasan untuk Lebaran juga diminati kalangan perusahaan dan pengusaha, seperti toko kue. Harga jual produk kemasan sangat tergantung segmen pasar yang dituju. Kemasan toples yang menyasar kelas menengah atas harga jualnya lebih dan Rp 50 ribu, dan yang menyasar kelas menengah bawah kurang dan Rp 50 ribu. Box kemasan yang menyasar segmen menengah atas harga jualnya Rp 30 nibu ke atas, dan yang menyasar segmen menengah ke bawah kurang dan Rp 30 ribu. Kemasan box Iebih murah harganya dibandingkan toples mengingat bahan baku karton hard box lebih murah dibandingkan toples. Namun ada pula box yang harganya melebihi toples hias, khususnya untuk box yang dilapisi bahan yang terlihat eksklusif seperti beludru atau kulit sintetis yang ditawarkan Irene Sudjono, pemilik The Box dengan harga Rp 600 nbu berupa box dengan model peti. Seperti kemasan toples hias

Alisa Craft dan bahan manik-manik berbahan akrilik yang harganya Rp 70-100 ribu dengan menyasar segmen pasar menengah atas. Dengan hanga tersebut, toples yang digunakan berupa toples kaca yang harganya lebih mahal dibandingkan toples mika yang harganya sekitar Rp 25 ribu per lusin. Variasi harga itu juga tergantung kualitas toples. Untuk toples hias seharga Rp 70 ribu menggunakan toples kaca tanpa karet di tutup toples, sedangkan untuk toples hias sehanga Rp 100 ribu menggunakan toples kaca dengan tambahan karet ditutup toples.

Mulatia, pemilik Ziestore yang membuat toples hias berbahan plastik mematok harga lebih rendah sekitar Rp 35-50 nibu. Bahan kain flanel yang harganya ekonomis juga lebih dipilih oleh Mulatia karena sifatnya lebih fleksibel dibuat berbagai variasi bentuk atau karakter. Sebelumnya ia menggunakan bahan mika namun risikonya dalam pengiriman gampang retak sehingga saat ini Ia menggunakan toples berbahan plastik nomor 5 kualltas food grade. Banyaknya hiasan flanel pada topping toples dan ukuran toples juga menentukan hanga jual.

Modal Kecil. Meski modal yang dikeluarkan kecil, namun keuntungan usaha ini cukup menjanjikan. Seperti halnya lka Ratnasari, pemilik Toples Hias Haneth yang hanya mengeluarkan modal Rp 100 ribu untuk membeli toples plastik berkualitas dan Lion membutuhkan modal awal sebesar Rp 500 ribu untuk membeli toples, kain flanel dan lem bakar.

Semakin mahal hanga jual, keuntungan akan semakin besar, apalagi bila harga bahan yang digunakan sangat murah seperti kain flanel. Menurut Mulatia pemilik Ziestore, dan toples yang dijualnya seharga Rp 35 nibu dan Rp 50 ribu, keuntungan lebih besar pada toples yang harganya lebih mahal, misalnya untuk toples hias seharga Rp 35 ribu untungnya hanya Rp 5.000, dan toples hias seharga Rp 50 ribu untungnya bisa sampai Rp 15 nibu. Karena itu keuntungan yang bisa diraih dan membidik pasar menengah atas lebih besar, bisa sampai 40%, sedangkan kelas menengah bawah hanya sekitar 20%.

Bagi pemula, bisa memulai dengan menjadi Reseller untuk mengetahui kondisi pasar, apalagi modalnya tak terlalu besar sehingga resiko rugi lebih kecil. Setelah itu bisa memulai membuat produk dengan kreasi sendiri yang dipelajari secara otodidak maupun lewat kursus dengan menyasar segmen menengah atas yang lebih berminat terhadap produk kemasan reatif dibandingkan segmen menengah bawah yang tidak terlalu memperhatikan model namun lebih peka terhadap harga.

Strategi Pasar. Event pameran merupakan sarana efektif untuk menjaring pasar terutama kalangan perusahaan hingga konsumen luar negeri. Selain itu bisa menawarkan produk dengan jemput bola ke pasar modern, supermarket, toko buah, toko kue dan lainnya. Promosi dengan website dan jejaring sosial juga perlu dilakukan.

Pemasaran , kemasan juga bisa menggunakan tawaran Reseller, dengan syarat minimal pembelian tertentu misalnya sebanyak 6 pcs toples hias, dan diskon Rp 3 ribu/pcs. Untuk lebih menarik konsumen, bisa pula diberikan sistem paket, misalnya pembelian toples dan ternpat tisu dalam satu paket. Pelaku usaha juga bisa menawarkan paket kemasan box dan toples secara bersamaan, seperti halnya Kotak Kado yang dimiliki Oscar Arias Islam. Kemasan berbentuk kotak dan hard box tutup mika yang ditawarkan dilengkapi toples hias dan tali lilit ditempel manik-manik.

Semakin banyak toples harganya semakin mahal, Misalnya untuk box dengan 1 toples polos Rp 50 ribu, namun untuk box dengan 1 toples hias harganya lebih mahal hingga Rp 90 rlbu. Box dengan 2 toples hias Rp 170 ribu, dan box dengan 4 toples hias yang diberi tambahan magnet pada box dengan model bisa customized harganya Rp 200 ribu. Layanan pesanan customized tanpa minimal order juga mendorong konsumen untuk memesan produk kemasan, terutama dan kalangan perusahaan.

Persaingan pasar produk kemasan handmade lebih banyak dialami antara sesama pelaku produk kemasan lokal, dan tidak bersaing ketat dengan kemasan pabrikan yang sifatnya massal. Sehingga kerapian pengerjaan dan kualitas bahan serta desain kemasan sangat menentukan pilihan akhir konsumen. Jadi jika Anda tertarik melirik daya tarik kemasan yang memikat dan tampil mewah ini, ikuti informasi selanjutnya.

5 Pilihan Modal Usaha Untuk Bisnis Usaha Startup

5 Pilihan Modal Usaha Untuk Bisnis Usaha Startup

5 Pilihan Modal Usaha Untuk Bisnis Usaha Startup - Semakin banyak orang, baik kalangan low hingga high-end, mulai melirik bisnis usaha startup. Apa itu bisnis usaha startup? Bisnis ini fokus pada pengembangan ide-ide usaha fresh dan original, yang semuanya dirintis dari awal. Beberapa founder startup seperti Juny Maimun lewat Indowebster, Achmad Zaky lewat Buka Lapak, dan atau Andy Sjarif lewat Biznet memperlihatkan etos kerja dan juga keyakinan akan ide-ide usaha fresh dan original. Banyak founder startup memperlihatkan bahwa modal bukanlah masalah utama dalam membangun bisnis usaha startup, karena banyak sekali sumber modal yang bisa didapatkan. Berikut 5 pilihan modal usaha untuk bisnis usaha startup.

Modal Pribadi atau Pinjaman Keluarga

Jika Anda tidak mau mengambil resiko dengan meminjam uang di Bank ataupun korporasi-korporasi besar lainnya maka gunakan modal pribadi atau pinjaman keluarga untuk memulai bisnis usaha startup. Jika Anda yakin bahwa bisnis startup Anda akan stand out, maka jangan ragu untuk menabung uang sesuai dengan nominal yang dibutuhkan untuk membangun bisnis usaha startup. Selain modal pribadi, Anda juga dapat memanfaatkan anggota keluarga Anda untuk mendapatkan modal usaha. Tidak seperti Bank yang jika jatuh tempo maka akan memaksa Anda untuk membayar, anggota keluarga biasanya mampu berkompromi dengan Anda sebagai anggota keluarga.

Crowdfunding

Jika Anda pikir bisnis usaha startup yang akan Anda launching itu bermanfaat dan dibutuhkan banyak orang, maka carilah modal lewat crowrdfunding. Apa itu crowdfunding? Crowdfunding adalah pengumpulan dana lewat donasi yang dilakukan banyak orang. Jadi Anda menawarkan portfolio bisnis usaha startup Anda di situs-situs crowdfunding seperti RocketHub atau IndieGoGo. Jika ide usaha yang Anda tawarkan ternyata disukai banyak orang, maka otomatis orang-orang akan menggelontorkan dana untuk kemunculan bisnis usaha startup Anda. Yang harus Anda pikirkan adalah Anda jangan sampai terjebak pada mindset keuntungan belaka, melainkan fokus pada ide-ide yang bermanfaat dan dapat membantu banyak orang.

Kartu Kredit

Jika Anda ingin memulai bisnis usaha startup namun memiliki dana yang terbatas, maka Anda bisa menggunakan kartu kredit untuk sumber modal. Penggunaan kartu kredit untuk startup memiliki kelebihan salah satunya adalah kemudahan. Pengguna dapat dengan mudah melakukan transaksi dan juga melihat riwayat pengeluaran sehingga lebih mudah dalam kalkulasi dana startup. Namun penggunaan kartu kredit untuk bisnis usaha startup juga sangat beresiko, terutama jika pengguna tidak mampu melunasi biaya tagihan yang harus dibayar.

Venture Capital

Salah satu pembiayaan paling efektif lainnya untuk bisnis usaha startup adalah venture capital. Venture Capital atau VC adalah modal yang didapatkan founder startup untuk membangun bisnis usahanya tersebut. Modal tersebut disalurkan lewat Venture Capitalist yang biasanya mendapatkan bunga 20% beserta uang yang telah dipinjamkan saat sebuah bisnis usaha startup sukses. Namun sayangnya tidak mudah mendapatkan dana yang bersumber dari VC ini. Hanya startup yang memiliki plan beserta ide-ide besarnya yang mampu mendapatkan modal dari VC ini.

Dana Hibah Pemerintah

Sumber modal lainnya yang bisa didapatkan untuk bisnis usaha startup adalah dana hibah pemerintah. Untuk mendapatkan bantuan semacam ini Anda harus membuat lembaga khusus yang berhubungan dengan proposal bantuan yang Anda buat. Tidak hanya memberikan pendanaan, pemerintah pun akan memberikan pelatihan, pengawasan dan pengembangan terhadap bisnis usaha startup yang Anda miliki.

Strategi Bisnis Usaha Konveksi Rumahan

Strategi Bisnis Usaha Konveksi Rumahan

Strategi Bisnis Bisnis usaha Konveksi Rumahan tidak berbeda jauh dengan bisnis umum. Langkah awal yang tepat adalah memilih peluang bisnis usaha yang cocok dengan kemampuan diri. Jika Anda ingin membuka bisnis usaha konveksi, Anda harus memiliki pengetahuan dan kemampuan menjahit. Paling tidak Anda harus merekrut karyawan yang ahli di bidang jahit menjahit.

Sebagai gambaran, bisnis usaha di bidang garmen ini bisa dibagi dua, yakni modiste dan konveksi. Modiste biasanya bisnis usaha garmen rumahan yang melayani pesanan perorangan. Maksudnya tiap pakaian yang akan dibuat diukur sesuai ukuran tubuh konsumen, satu per satu. Sedangkan bisnis usaha konveksi biasanya membuat pakaian jenis standar dalam jumlah banyak tanpa perlu melakukan pen gukuran terlebih dulu.

Bagi pelaku bisnis usaha baru disarankan agar memulai bisnis usaha konveksi rumahan dengan membuka modiste. Setelah memiliki pelang gan dan mengerti berbagai jenis ukuran pakaian standar, boleh saja pelaku bisnis usaha membuka usaha konveksi yang lebih besar lagi. Namun bagi Anda yang memiliki modal yang cukup besar, bisa saja langsung membuka bisnis usaha konveksi dan merekrut karyawan yang memiliki keahlian menjahit. Yang penting mengetahui peluang pasar yang akan dituju, sehingga tak salah langkah memulai bisnis usaha garmen rumahan ini. Bila marketing garmen yang dimaksud adalah konveksi, ada dua pasar utama, yaitu dijual ke toko/ kios untuk dijual lagi, atau dijual ke perusahaan misal untuk seragam karyawan.

Strategi Bersaing. Persaingan sudah tentu ada, apapun jenis bisnis usaha yang ditekuni. Namun tetap saja akan ada perbedaan segmen pasar yang disasar antara pelaku bisnis usaha besar dan pelaku bisnis usaha kecil. Garmen besar biasanya memproduksi pakaian dalam jumlah besar atau menerima pesanan dalam jumlah banyak. Dengan cara itu, para pelaku bisnis usaha garmen besar ini bisa mer aup keuntungan.

Baca Juga: Dahsyatnya Bisnis Usaha Jasa Branding Via Sosial Media

Sedangkan untuk orderan pakaian dalam jumlah kecil biasanya jatuh pada konveksi rumahan. Terkadang bisnis usaha konveksi rumahan memiliki keunggulan sendiri, selain jumlah orderan yang fleksibel (tak dibatasi). Meski demikian pelaku bisnis usaha rumahan baik konveksi atau modiste bisa juga menerima pesanan dari perbisnis usahaan seperti membuat seragam karyawan. Teknisnya bisa membuat ukuran all size atau mengukur satu per satu karyawan nya seperti modiste.

Untuk memenangkan persaingan, pelaku bisnis usaha rumahan ditun tut agar lebih inovatif sehingga tak mudah ditiru pelaku bisnis usaha besar. Misal saja membuat jas, baju safari, blazer dan sebagainya. Alter natif inovasi bisa dilakukan dengan membuat produk yang pasarnya sempit, tetapi tidak banyak diberi kan pesaing.

Contohnya bisa mem buatkan pakaian bagi konsumen yang memiliki ukuran badan tidak normal, misalnya terlalu tinggi, terlalu gemuk atau terlalu kecil. Lantaran sulit mencari pakaian tersebut, dengan demikian pelaku bisnis usaha konveksi rumahan bisa memenangkan persaingan ini.

Strategi jemput bola pun bisa juga diterapkan, misalnya membuat pakaian bayi kemudian menjualnya ke rumah bersalin. Kerja sama dengan pihak rumah sakit pun bisa dilakukan. Pakaian bayi tersebut bisa dijadikan hadiah dari rumah sakit bagi bayi yang baru lahir dengan biaya ditambahkan pada semua biaya persalinan. dengan seperti ini diharapkan potensi terjualnya tinggi.

Bisnis konveksi adalah semi jasa. Bila produk dibuat masal dengan SML (small, medium, large) un tungnya kecil. Tetapi bila produk dibuat dengan cara diukur satu per satu, maka pelaku bisnis usaha bisa mematok harga yang tinggi.

Untung dan rugi ditentukan oleh pasar dan efisiensi. Harga tidak dapat ditingkatkan tanpa melihat pesaing. Efisiensi produksi dapat dilakukan dengan mengkaji ulang metode menjahit dan memotong agar lebih cepat dan hemat untuk menekan biaya, sehingga dapat memperoleh laba yang lebih besar.

Peluang Ekspor. Sektor tekstil me mang mengalami gangguan akibat krisis global. Langkah yang ditem puh, bila akan ekspor perlu dikaji ulang, apakah memang semua negara krisis atau hanya sebagian saja. Kalau yang krisis adalah Amerika dan Eropa, ekspor bisa dilakukan ke Timur Tengah, karena negara tersebut sangat kaya, Meskipun demikian harus disurvei, apa ben tuk atau jenis yang diinginkan dari garmen tersebut di Timur Tengah. Karakteristik untuk pasar yang berbeda, akan berlainan pula. Selera orang Eropa dan Amerika tentu berbeda dengan yang di Timur Tengah. Tidak hanya style yang berbeda, tetapi juga ukuran, warna. Sehingga penting untuk dipelajari terlebih dahulu.